Kas hartadi. Kas Hartadi, Ayah Franz Beckenbauer Yang Jadi Pelatih Dewa United

Kas Hartadi, Ayah Franz Beckenbauer Yang Jadi Pelatih Dewa United

Soal asisten, apakah disediakan atau dibawa? Sudah berpengalaman, tetapi usianya di bawah 30. Kecuali ada yang pernah di Liga 2. Pada 2004, ia memutuskan untuk pensiun sebagai pemain.

Next

Kas Hartadi Optimistis Nil Maizar Bisa Antar Dewa United Berprestasi

Semua dari luar lapangan, kekompakan seperti keluarga. Dari Timnas U-16, U-19, U-23 saya pernah melatih. Anak ketiganya pun ia beri nama seperti dengan legenda sepak bola Jerman, Franz Beckenbauer.

Next

Kas Hartadi Optimis Eks Pelatih Sriwijaya FC Bisa Bawa Dewa United Berprestasi di Liga 1

Chief Executive Officer Dewa United FC Ardian Satya Negara mengungkapkan alasan manajemen merekrut Nil Maizar sebagai juru taktik Dewa United di Liga 1. Dua tahun sebelumnya, Kas menjadi asisten Kolev di tim Laskar Wong Kito tersebut. Harus ikut seleksi lagi karena kondisinya saya tidak tahu, satu tahun tanpa pertandingan.

Next

Kas Hartadi dan Mimpi Dewa United FC Mentas di Liga 1

Baca Juga: Gabung ke Arema FC, Keinginan Ilham Udin Tercapai Dalam perebutan urutan ketiga, meraih kemenangan 0-1 atas PSIM Yogyakarta.

Next

Kas Hartadi

Sebagaimana diketahui, berkat tangan dingin Kas Hartadi, Dewa United sukses promosi ke Liga 1. Klub yang mengakusisi Martapura FC, tentu tugas Kas Hartadi tidak mudah.

Kas Hartadi, Ayah Franz Beckenbauer Yang Jadi Pelatih Dewa United

Dia serius tidak latihannya. Iya tidak ada target juara Liga 2, yang penting lolos ke Liga 1 saja.

Next

Kas Hartadi Optimis Eks Pelatih Sriwijaya FC Bisa Bawa Dewa United Berprestasi di Liga 1

Saat Indonesia meraih medai emas SEA Games 1991, ia menjadi bagian dari penggawa Merah Putih. Sampai sekarang belum, cuma saya punya angan-angan si A, si B, ini. Menurut Ardian, figure Coach Nil adalah sosok yang tepat untuk Dewa United.

Kas Hartadi Optimis Eks Pelatih Sriwijaya FC Bisa Bawa Dewa United Berprestasi di Liga 1

Kan harus tahu kapan harus pressing, retreat, counter attack. Kalau sekarang semua harus seleksi. Saya melihat lawan, kami tidak bisa pressing terus setiap pertandingan.